Teknik Closing Yang Ampuh Meningkatkan Penjualan

Teknik Closing Yang Ampuh Meningkatkan Penjualan

Teknik Closing Yang Ampuh Meningkatkan Penjualan

“Sist, yang ini stoknya masih ada nggak?”

“Kalau untuk model ini harganya berapa ya?”

“Kak, kalau belinya selusin harganya bisa kurang nggak?”

Dan pertanyaan lainnya.

Mungkin ini yang sering Anda rasakan sebagai seorang pebisnis, sudah menjawab semua pertanyaan dari para customer namun tetap saja customer tersebut tidak jadi membeli.

Duh… Sakitnya tuh disini!

Nah, maka dari itu, pentingnya untuk Anda mempelajari teknik closing.

Apa itu teknik closing?

Teknik closing yaitu proses untuk mengakhiri transaksi antara Anda dengan customer Anda hingga berhasil.

Dalam proses tersebut Anda perlu mempersiapkan beberapa jawaban secara matang.

Nah, dibawah ini ada beberapa pertanyaan yang hukumnya WAJIB untuk Anda jawab sebelum masuk ke beberapa tahap closing, diantaranya:

1.Beri Testimoni Yang Meyakinkan

Orang cenderung akan percaya jika ada buktinya. Tanpa bukti, anda akan sulit meyakinkan orang untuk membeli produk anda.

Dalam jualan, bukti yang bagus adalah testimoni dan rekomendasi orang lain.

Kedua hal ini harus anda miliki.

Jadi saat melakukan closing, anda bisa menunjukan bukti ini agar orang tersebut yakin untuk membeli produk dari anda.

Contoh kasus :

Misalnya anda punya produk diet. Saat anda melakukan penawaran ternyata ada seorang ibu yang ragu dengan produk anda.

Untuk menghilangkan keraguan itu anda bisa memberikan testimoni berupa pengalaman dan diikuti dengan bukti.

“Oh iya bu, sebelumnya juga ada customer, dia ibu rumah tangga. Awalnya juga ragu seperti ibu, tapi setelah saya yakinkan untuk memakai produk saya akhirnya berat badan beliau turun dari yang awalnya 65 kg jadi 46 kg dalam waktu 1 bulan.

Bahkan sekarang sudah memesan lagi untuk paket yang kedua. Ini loh bu foto beliau sebelum dan sesudah memakai produk saya, beda banget kan, sekarang tambah cantik.Teknik Closing Yang Ampuh Meningkatkan Penjualan

Ibu pasti juga mau punya tubuh seperti ini.”

2.Beri Banyak Keuntungan

Apa sih yang orang dapat setelah memberi produk anda ?

Kemudahan, keuntungan, atau justru kerugian.

Saya yakin semua customer mau dapat kemudahan dan keuntungan saat membeli produk.

Karena itu anda harus pandai-pandai menawarkan kemudahan dan keuntungan agar mereka mau membeli produk dari anda.

Contoh kasus :

Misalnya anda punya produk masker wajah. Nah tugas kita adalah menawarkan kemudahan dari produk yang anda jual.

“Produk kami ini berbeda dengan yang lain sist, jauh lebih mudah digunakan dan efeknya juga lebih cepat.

Sista tidak perlu repot-repot menambahkan air ke masker ini, karena masker ini sudah instan, tinggal pakai aja.

Pokoknya jauh lebih simpel dan mudah digunakan. Kalau sista nggak percaya, nih ada video tutorialnya.”

Intinya : anda harus memperlihatkan kelebihan dan kemudahan produk anda dibanding produk lain yang sejenis ke

calon customer, dengan tujuan agar mereka yakin untuk melakukan pembelian.

Teknik Closing Yang Ampuh Meningkatkan Penjualan

3.Kenapa Orang Lain Harus Membeli Produk Anda

Ini adalah pertanyaan yang akan sering ditanyakan oleh customer Anda.

Maka persiapkan alasan yang tepat untuk Anda beritahukan ke customer Anda.

Misalnya, produk yang Anda jual lebih tahan lama, pengiriman yang lebih cepat, lebih murah, mudah digunakan, menggunakan bahan-bahan yang langsung diimport dari luar negeri, dan sebagainya.

Dengan begitu, customer Anda punya alasan kuat juga kenapa memilih produk Anda.

4.Bagaimana Cara Agar Customer Percaya Dengan Anda

Membangun kepercayaan memang sulit.

Tapi hal itulah yang menjadi tantangan untuk Anda.

Tugas Anda sekarang ini adalah melakukan sesuatu yang dapat membangun kepercayaan customer dengan produk Anda.

Misalnya, menampilkan testimoni, endorsement, produk yang ter-sertifikasi, dan sebagainya.

Selain itu, Anda bisa melakukan beberapa hal ini agar menambah kepercayaan terhadap customer Anda, diantaranya:

  • Selalu ramah dan fastrespon
  • Memberikan sampel secara gratis
  • Membagikan tips yang bermanfaat

Dan sebagainya.

5.Mengasumsikan Customer

Teknik ini memang terkesan terlalu “percaya diri” karena Anda mengasumsikan atau menganggap bahwa customer Anda akan membeli produk Anda dengan memberikan pertanyaan yang halus namun pasti. Dengan memiliki kepercayaan diri, tentu saja teknik ini bisa berhasil hingga ke tahap closing.

Contoh:

 “Halo Kak, desainnya sudah jadi, rencananya kakak mau transfer hari ini atau besok?”.

6.Now or Never

Teknik ini dapat membuat customer Anda dengan spontan untuk menentukan pilihannya. Walaupun ini agak terkesan memaksa, namun cara ini sudah terbukti berhasil.

Contoh: 

“Halo Kak, untuk produk yang seperti ini tadi sudah ada yang menawarnya, khawatir kehabisan, lebih baik beli sekarang”.

7.Eksklusif atau Spesial

Semua hal yang “spesial” tentu saja menyenangkan, Teknik ini mengajarkan Anda untuk dapat menunjukkan kepada customer Anda bahwa mereka adalah orang spesial jika memiliki produk yang Anda jual.

Contoh: 

“Produk ini terbatas, cuma ada 5 di Indonesia, jadi kalau Anda beli hari ini akan kami kasih handbag gratis…”.

8.Keuntungan

Singkat, padat, dan jelas. Mungkin istilah tersebut tepat dengan teknik closing ini. Anda hanya perlu menunjukkan 3-5 keuntungan yang didapatkan oleh customer. Bukan hanya itu saja, sebisa mungkin keuntungan yang Anda sebutkan tidak dimiliki oleh kompetitor Anda. Hal ini juga akan menjadi nilai plus untuk lebih menyakinkan customer Anda.

Contoh:

“Kalau kakak pakai ini, wajah kakak akan lebih terlihat cerah, glowing dan awet muda”.

9.Membandingkan

Siapa sih yang tidak tertarik dengan harga yang lebih murah? Semua orang pasti menyukai sesuatu yang harganya murah tapi berkualitas tinggi. Salah satu teknik closing yang dapat Anda coba yaitu dengan membandingkan harga terutama dengan kompetitor lain.

Contoh: 

“Kalau produk A kualitasnya bagus namun harganya cukup mahal, nah kalau pakai produk kami kualitasnya sebanding dengan produk A namun harganya jauh lebih terjangkau”.

Strategi Marketing sebaik apapun, tidak akan berjalan Optimal, JIKA perusahaan Ana tidak memiliki SDM yang JAGO JUALAN dan PINTAR NEGOSIASI.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *